Selamat datang di ujung malam yang syahdu di bawah warna-warni bintang yang dikelilingi bunga-bunga mawar di ujung rindu. Engkau selalu membawa senyumanmu yang mempesona di balik bibir mungilmu yang merah menatap langit-langit yang penuh bintang gemintang. Suatu saat engkau hadir di sudut hatiku dan suatu saat engkau hilang ditelan waktu tanpa kutahu entah kemana, entah dimana dan apakah ada rindu yang hinggap di hatimu ketika menghujam di dadaku.
Ah, aku tidak peduli dengan perasaan dan akan aku biarkan ia menerobos alam semesta tanpa kendali nuraniku. Aku tidak mau terlalu dibuai oleh suatu perasaan terhadapmu, aku hanya ingin tahu kabarmu malam ini? Tidak yang lain. Bagaimanakah kabarmu saat ini? Apakah engkau masih memendam rasa kasih di hatimu padaku? Apakah engkau sudah melupakanku dan engkau telah membelokkan cintamu pada sesuatu yang lain? Itu dulu saja pertanyaanku. Cobalah engkau jawab meskipun hanya sepatah kata. Kalaupun engkau belum bisa menjawabnya saat ini karena kesibukkan mu atau sesuatu hal lain, itu bukanlah menjadi soal bagiku asal engkau mau mengabarkanku dengan sebuah kata saja meskipun itu sekedar lewat sms.
Padahal, kemarin telah aku kirimkan sms kepadamu tetapi setelah beberapa jam aku menunggu, engkau telah mengecewakanku karena engkau tidak membalasnya. Engkau memang sulit kumengerti ataukah aku sendiri belum tahu bagaimana cara menaklukkan hatimu? Apakah aku belum bisa menghayati hati seorang yang berbeda jenis kelamin dimana satu hal bermain rasionalitas sedang yang satu diwilayah emosionalitas. Karena kau pikir lebih realistis dalam memandang suatu persoalan tantang apapun yang ada di hadapan belantara kehidupan ini. Tetapi aku pun tidak memandang sesuatu dari segi pandangku sendiri, aku juga harus melihat bagaimana pikiran dan perasaan orang lain yang itu sangat tidak mudah bagiku karena sudah masuk ke wilayah-wilayah prediksi dan aku bukanlah seorang peramal yang ulung.