Kamis, 13 Februari 2014

Refleksi Diri

     Suatu hari, seorang anak kecil dan ayahnya berjalan di sebuah gunung. Karena jalannya licin, tiba-tiba anak itu tergelincir dan menjerit, "Ahh!"
     Tetapi betapa kagetnya dia, ketika terdengar suara dibalik gunung. Dengan penuh rasa ingin tahu, ia kembali berteriak, "Hay, siapa kau?!"

   Ia mendengar lagi suara dari balik gunung. Mendengar hal itu, ia merasa dipermainkan. dan dengan marah, ia kembali teriak, "Kau pengecut!"
     Tapi sekali lagi, dari balik gunung juga terdengar suara balasan.
   Bingung dengan apa yang telah terjadi, kemudian si anak kecil bertanya pada ayahnya. "Ayah, sebenarnya apa yang terjadi? Siapa orang yang menirukan ucapanku tadi? Mengapa aku tidak melihatnya?"
     Mendengar pertanyaan anak kecil tadi, sang ayah lalu berkata, "Anakku, ayo kita pulang."
   Kemudian sang ayah berteriak sekuat tenaga pada gunung, "Aku mengagumimu..". sekali lagi ayahnya berteriak, "Kau adalah sang juara..".
     Anak itu masih saja terheran-heran dan belum juga bisa memahami.
  Kemudian ayahnya menjelaskan, "Anakku, orang-orang yang menyebutnya gema. Tetapi sesungguhnya, ada makna lain dalam kehidupan kita ini. Ia akan mengembalikannya pada kita apa saja yang sudah kita lakukan dan kita katakan, hidup kita ini hanya refleksi dari segala tindakan kita".

Senin, 03 Februari 2014

Sebuah Puisi Cerdas dari Seorang Bijak

"Engkau tidak pernah memiliki sesuatu
Engkau hanya memegangnya sebentar
Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan terbelenggu olehnya.
Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan tanganmu seperti engkau menggengam air.
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas.
Akuilah itu sebagai milikmu dan engkau mencemarkannya.
Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya"